Kamis, 24 Oktober 2019

Diperiksa Sebagai Terdakwa, Mantan Anggota DPR Sebut Sejumlah Nama Pesohor

Terdakwa mengakui menerima sejumlah uang dari pejabat.
Aji Prasetyo
Bowo Sidik Pangarso seusai diperiksa di gedung KPK. Foto: RES

Bowo Sidik Pangarso, terdakwa kasus suap dan gratifikasi buka-bukaan pada sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, pada Rabu (23/10) kemarin. Itu terjadi pada tahap pemeriksaan atau meminta keterangan terdakwa.

Di muka persidangan, Bowo mengaku pemberian gratifikasi sebesar Sin$700 ribu dan Rp600 juta atau jika dikonversi sekitar Rp8 miliar itu diterimanya dari sejumlah pihak. Sejumlah nama pesohor di negeri ini disebut-sebut dalam persidangan. "Sesuai BAP, saya ditanya 8 miliar itu uang dari mana. Saya bilang itu pertama dapat dari saudara Sofyan Basir Rp2 miliar, kemudian saudara Enggar Rp2 miliar, kemudian saya dari Jesica Nasir yang ngasih saya Rp2,5 miliar, kemudian saya pernah hadiri acara di Golkar dapat dari Setya Novanto Rp500 jutaan. Sisanya itu bagian dari uang-uang dari yang Humpuss, itu Rp8 miliar yang saya tukarkan menjadi Rp20 ribuan," kata Bowo di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (23/10).

Penuntut umum meminta Bowo untuk menjelaskan satu persatu mengenai uang tersebut. Pertama mengenai dugaan gratifikasi terkait Dana Alokasi Khusus Kabupaten Meranti. Ia mengatakan pada saat jadi anggota Badan Anggaran (Banggar)  DPR, pernah didatangi M. Nasir, anggota DPR dari Partai Demokrat bersama Jesica Nasir yang bertujuan meminta bantuan terkait DAK di Kabupaten Meranti. 

"Saya bilang ketemu saja sama Pak Eka Sastra. Eka yang ngurus itu sampai bisa dana tersebut cair. Nah setelah Meranti dapat alokasi itu Jesica bersama Nasir datang ke ruangan saya memberikan uang Singapura (Sin$250 ribu) yang kalau dirupiahkan kurang lebih Rp2,5 miliar," terangnya.

(Baca juga: Asal Muasal 400 Ribu Amplop Bowo Sidik Terungkap).

Di persidangan, Bowo juga mengaku menerima uang sebesar Sin$200 ribu dari mantan Dirut PLN yang kini duduk di kursi Terdakwa kasus suap PLTU Riau-1 Sofyan Basir. Namun ia tidak mengetahui alasan pemberian uang tersebut. Saat ini, Sofyan sedang menjalani sidang dalam perkara lain di Pengadilan Tipikor Jakarta.

"Pak Sofyan minta ajak makan Pak. Makan malam kita di Angus House sesuai BAP saya ya kalau enggak salah itu di Plaza Senayan. Kita ngobrol ngobrol kemudian dia memberikan itu Pak uang kepada saya. Ya setelah saya buka di kendaraan isinya Sin$200 ribu itu Pak," ujarnya menjawab pertanyaan jaksa.

Bowo juga mengklaim ada penerimaan uang dari utusan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Namun pemberian uang sebesar Sin$200 ribu tersebut bukan terkait dengan Peraturan Menteri Perdagangan khususnya mengenai gula rafinasi yang sempat ramai dibicarakan ketika itu. Ia mengklaim pemberian itu dari Enggar secara pribadi dan tidak tahu untuk apa peruntukannya.

"Sebenarnya enggak ada hubungan itu sih Pak. Cuma begini ceritanya pak, pada waktu kita sidang di Komisi VI saya dengan Pak Enggar, Pak Enggar bilang sama saya nanti ada orang menghubungi Pak Bowo ya, saya bilang ya silakan saja ketemu. Kemudian, beberapa hari kemudian dia nelepon saya ketemu dan dia memberikan uang itu," jelasnya. 

Setya Novanto, mantan Ketua Umum Partai Golkar juga disebut Bowo memberinya uang sebesar Sin$50 ribu. Ia mengklaim uang tersebut diberikan untuk pemenangan Partai Golkar di Jawa Tengah, daerah pemilihan Bowo dalam Pemilu. 

Tak hanya itu, Bowo mengklaim di persidangan menerima gratifikasi senilai Rp600 juta dari Bupati Minahasa Selatan Christiany Euginia Tetty Paruntu. Tetty diketahui sempat dipanggil ke Istana Negara bersamaan dengan calon menteri lain, namun tak sempat bertemu Presiden Joko Widodo dan batal menjadi calon menteri. 

Uang Rp600 juta dari Tetty dibagi dalam dua tahap. Pertama Rp300 juta berkaitan dengan dana revitalisasi pasar serta mendapat dukungan untuk menduduki posisi Ketua DPD Golkar; kedua, Rp300 juta, agar jabatan Tetty dipertahankan sebagai Ketua DPD Golkar. 

"Saya terima, saya buka di mobil saya buka saja pak. Itu nilainya Rp300 juta. Kedua juga sama Rp300 juta, waktu itu ada pergantian ketua umum yang Pak Novanto kena masalah, Ketua umumnya kan diganti Pak Airlangga. Kemudian ada ketakutan Bu Tetty dia digeser untuk jadi Ketua DPD dia minta komunikasikan juga ke teman teman DPP, kemudian salah satunya saya ikut membantu Bu Tetty agar dia tetap diproyeksikan jadi ketua DPD Golkar itu.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua