Minggu, 12 Januari 2020

Reynhard Sinaga Dipenjara Maksimal 9 Tahun Jika ‘Beraksi’ di Indonesia

Nyaris tidak bisa dipidana. Indonesia belum memiliki regulasi lengkap mengenai kejahatan seksual terhadap jenis kelamin yang sama.
M-30
Ilustrasi kejahatan seksual. Ilustrator: BAS

Warga Negara Indonesia bernama Reynhard Sinaga dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh Pengadilan di Inggris. Ia dinyatakan terbukti memperkosa ratusan korban pria muda di sana. Berdasarkan penelusuran hukumonline, kejahatan Reynhard Sinaga tak akan dihukum seberat itu jika terjadi di Indonesia.

Sri Wiyanti Eddyono, dosen hukum pidana Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada menjelaskan bahwa persetubuhan sesama jenis tidak dikenal dalam hukum pidana Indonesia. Tidak ada pasal yang mengaturnya di Indonesia sehingga menghambat pemidanaan pemerkosaan sesama jenis.

“Pidana di Indonesia itu menganut asas legalitas, kalau tidak diatur hukum pidana maka tidak dapat dianggap sebagai perbuatan pidana, tidak bisa diproses secara hukum,” katanya yang juga Ketua lembaga riset Law, Gender, and Society (LGS) Fakultas Hukum Universitas Gajdah Mada.

Satu-satunya pasal dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) yang mungkin digunakan untuk menjerat perbuatan Reynhard Sinaga adalah pasal 289 KUHP. Delik pencabulan itu mungkin digunakan. Itu pun harus menggunakan penafsiran tertentu.

Menurut Wiyanti, tindak pencabulan di KUHP memang lebih luas dari persetubuhan di luar perkawinan. Wujudnya bisa dengan kontak fisik seperti mencium, meraba, dan lainnya. Namun konstruksi hukum pidana Indonesia hanya mengenal persetubuhan sebagai perbuatan yang dilakukan dengan lawan jenis. “Jika terjadi di Indonesia saya akan mengarahkan ke Pasal 289, walaupun itu kurang tepat. Tapi daripada orang tersebut bebas,” kata Wiyanti kepada hukumonline.

Pasal 289 KUHP berbunyi barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seorang untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul, diancam karena melakukan perbuatan yang menyerang kehormatan kesusilaan, dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun.

Ricky Gunawan, Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Masyarakat, memberikan penjelasan serupa saat dihubungi terpisah. Ia menjelaskan bahwa hukum pidana Indonesia belum memadai untuk kasus semacam itu. “Tergantung bagaimana sistem peradilan Indonesia merespon itu, tergantung penafsiran dari polisi dan hakim”, ujar Ricky. Secara pasti Ricky yakin pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan tidak dapat digunakan.

Pasal tersebut secara jelas mengandung unsur terhadap perempuan yang bukan isteri pelaku. Pasal 285 KUHP berbunyi barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seorang wanita bersetubuh dengan dia di luar perkawinan, diancam karena melakukan perkosaan dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun.

Selain pasal 289 KUHP, Ricky menilai pasal 290 KUHP mengenai perbuatan cabul juga bisa juga digunakan untuk kejahatan semacam Reynhard Sinaga. Pasal 290 KUHP berbunyi “diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun: barang siapa melakukan perbuatan cabul dengan seorang, padahal diketahuinya bahwa orang itu pingsan atau tidak berdaya; barang siapa melakukan perbuatan cabul dengan seorang padahal diketahuinya atau sepatutnya harus diduganya, bahwa umumya belum lima belas tahun atau kalau umurnya tidak jelas, yang bersangkutan belum waktunya untuk dikawin: barang siapa membujuk seseorang yang diketahuinya atau sepatutnya harus diduganya bahwa umurnya belum lima belas tahun atau kalau umurnya tidak jelas yang bersangkutan belum waktunya untuk dikawin, untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul, atau bersetubuh di luar perkawinan dengan orang lain”.

Gandjar Laksmana Bonaprapta, dosen hukum pidana Fakultas Hukum Universitas Indonesia pun berpendapat yang sama. Pasal yang paling mungkin digunakan adalah pasal 289 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama sembilan tahun.

Meskipun dilakukan kepada ratusan orang, kejahatan Reynhard Sinaga hanya bisa dijerat sebagai tindak pidana perbuatan cabul. “Perbuatan cabul itu pada prinsipnya yaitu perbuatan yang mengganggu orang lain terkait dengan simbol-simbol seksual, apalagi jika dilakukan dengan paksaan,” kata Bondan.

Sebagai akademisi hukum pidana, Wiyanti berharap kasus besar ini menjadi perhatian serius agar diakomodasi RUU revisi KUHP. “Diskusi akademis maupun informal tahu kasus semacam itu pernah terjadi di Indonesia. Harapannya pada RUU Hukum Pidana agar hal-hal seperti ini sudah bisa diakomodasi,” ujarnya.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua