Jumat, 10 Januari 2020

Jerat Hukum Pemalsuan Dokumen Perceraian oleh Suami

Jerat Hukum Pemalsuan Dokumen Perceraian oleh Suami

Pertanyaan

Suami saya bekerja di sebuah lembaga bantuan hukum di Jakarta Selatan dan saya ada masalah dengan suami saya. Suami saya membuat berita acara perceraian palsu dan menunjukan atau membuktikan ke wanita selingkuhannya bahwa saya dan suami saya sudah bercerai sudah lama. Yang saya ingin tanya, apa hukumnya memalsukan data berita acara perceraian dan apa yang saya harus lakukan?

Intisari Jawaban

Bukti adanya perceraian dari sebuah perkawinan bagi mereka yang beragama Islam adalah penetapan pengadilan untuk cerai talak atau putusan pengadilan jika cerai gugat. Sementara itu, untuk pasangan WNI yang beragama non-Islam ketentuan mengenai dokumen perceraian dibuktikan dengan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap yang telah didaftarkan di kantor catatan sipil.
 
Atas pemalsuan yang dilakukannya, suami Anda dapat dijerat atas tindak pidana pemalsuan terhadap akta autentik atau pemalsuan surat.
 
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
PENJAWAB : LBH Jakarta
MITRA : LBH Jakarta
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua