Kamis, 20 Pebruari 2020

Dipecat Tanpa Pesangon dan Gaji, Bolehkah Karyawan Menahan Data Perusahaan?

Dipecat Tanpa Pesangon dan Gaji, Bolehkah Karyawan Menahan Data Perusahaan?

Pertanyaan

Sebelumnya, saya bekerja di sebuah perusahaan sebagai admin yang menyimpan data perusahaan ke dalam flash disk. Selama enam bulan, gaji saya yang senilai UMR sama sekali tidak dibayarkan sepersen pun. Awalnya saya biasa saja dan legowo, dengan harapan gaji saya dibayar nantinya.   Hari demi hari, tidak ada niatan baik dari perusahaan untuk menggaji, hingga hampir memasuki bulan ketujuh. Suatu hari, saya tiba-tiba dipanggil oleh GM perusahaan. Saya dipecat tanpa pesangon dan tanpa gaji.   Apa yang harus saya lakukan? Apakah saya benar jika sebelum keluar dari perusahaan saya bilang ke GM, "Password akan saya kasih jika perusahaan membayarkan gaji saya. Sudah itu saja yang saya minta"? Karena sebelumnya saya hanya berniat mengamankan data, jadi saya password. Apakah saya salah? Jika pihak perusahaan menuntut, langkah hukum apa yang seharusnya saya lakukan? Saya cuma ingin hak saya saja.

Intisari Jawaban

Pekerja yang tidak menerima hak gajinya dan mengalami pemutusan hubungan kerja secara sepihak dapat mengajukan perselisihan hubungan industrial. Tahap pertama adalah dengan merundingkan masalah ini dengan perusahaan (perundingan bipartit). Apabila tidak diperoleh hasil memuaskan, pekerja dapat mengadu ke instansi ketenagakerjaan setempat. Jika masih tidak tercapai kesepakatan, pekerja dapat mengajukan gugatan lewat pengadilan hubungan industrial (“PHI”).
 
Di sisi lain, pekerja sebaiknya tidak menahan data milik perusahaan, karena berpotensi menimbulkan masalah baru. Jika perusahaan menolak menjalankan putusan PHI, pekerja dapat memohonkan sita eksekutorial atau mengajukan gugatan pailit atas pengusaha.
 
Penjelasan selengkapnya dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua